Selasa, 15 November 2011

Mendidik Anak ala Rasulullah

    Raulullah menjadi teladan bagi kita umatnya dalam segala hal, salah satunya dalam mendidik anak menjadi generasi islami di masa depan. Banyak tuntunan yang diberikan Rasulullah, namun ada beberapa hal yang mungkin dianggap kurang esensial namun tetaplah penting. Diantaranya sebagai berikut.
 Menyuruh Anak Tidur setelah Isya'
    Rasulullah dan para sahabatnya mengakhiri shalat isya'. Karena itu, Umar memerintahkan agar anak-anak dan istrinya menunaikannya pada awal waktu supaya mereka segera tidur , Umar pergi menemui Rasulullah, lalu berkata,"Wahai Rasulullah, Mari kita shalat, kaum wanita dan anak-anak telah tidur." Rasulullah pun keluar rumah, sedangkan dari kepala beliau menetes air bekas wudhunya. Beliau bersabda,"Seandainya tidak memberatkan umatku atau manusia, aku pasti memerintahkan mereka agar shalat (isya') pada waktu sekarang ini." (H.R.Bukhari,Kitab Tamani,6698).
    Memisahkan Tempat Tidur Anak Sejak Usia 10 Tahun 
    Rasulullah bersabda, "Perintahkan anak-anak kalian mengerjakan shalat bila telah menginjak usia 7 tahun dan pukullah mereka karena meninggalkannya bila telah berusia 10 tahun dan pisahkan tempat tidur mereka...." (Shahih Sunan Abu Dawud,466 dan Ahmad,6467)
Rasulullah Tidak Pernah Memukul Anak, Tapi Beliau Menjelaskan Aturan Memukul dan Bahaya Memukul
    Abu Umamah menjelaskan bahwa Rasulullah pernah menerima dua anak. Beliau memberikan salah seorang dari keduanya kepada Ali. Beliau berpesan ,"Jangan pukul dia karena aku melarang orang yang shalat dan aku melihatnya mengerjakan shalat sejak kami terima."(Shahih Adabil Mufrad,121)
Aisyah berkata, "Rasulullah tidak pernah memukul dengan tangannya, baik terhadap istri maupun pelayannya, kecuali bila berjihat di jalan Allah."(7) Rasulullah juga bersabda,"Seorang yang kuat bukanlah orang yang dapat membanting orang lain. Tetapi, orang yang kuat ialah yang mampu mengendalikan dirinya saat sedang marah." (Muttafaq Alaih)
Jangan Manjakan Anak dan Menuruti Semua Kemauannya  
    Khaulah binti Hakim berkata, Rasulullah bersabda,"Sesungguhnya (memanjakan) anak itu bisa menjadi penyebab kikir,pengecut,bodoh, dan sedih."(Shahih Al Jami',1990)
    Dibalik kecintaan dan kasih sayang orang tua kepada anaknya, Rasulullah tidak menginginkan adanya sikap memanjakam secara berlebihan dan memperturutkan semua keinginan anak. Sehingga sang anak nanti akan berbuat sesukanya dan menuruti semua yang diinginkannya, tanpa ada yang melarangnya.
Orang tua yang bersikap seperti ini sama dengan melakukan tindak kejahatan yang besar terhadap anaknya sendiri. Sikap memanjakan dan memberikan kasih sayang yang berlebihan ini mengakibatkan anak merasa tidak pernah ada yang melarang bila berbuat kesalahan serta sama sekali tidak pernah dibiasakan untuk taat kepada Allah dan memelihara batasan-batasan hukum-Nya.
Mengajari Etika Berbicara dan Menghormati yang Lebih Tua
    Abdurrahman bin Sahl dan Huwayyishah bin Mas'ud datang menghadap kepada Rasulullah. Abdurrahman membuka pembicaraan , maka Rasulullah bersabda,"Hormatilah yang lebih tua! Hormatilah yang lebih tua!"(Muttafaq Alaih).
    Rasulullah sendiri apabila putrinya, Fatimah, masuk menemuinya, beliau bangkit menyambutnya dan mencium serta mendudukannya di tempat duduknya. Begitu pula sebaliknya, apabila beliau masuk menemuinya, ia bangkit menyambutnya dan menciumnya serta mempersilahkannya duduk di tempat duduknya."(Ibnu Abdil Tamhid:XXIII,204)
    Ketika Sa'ad bin Mu'adz hendak masuk ke masjid dan telah berada di dekatnya, Rasulullah bersabda kepada orang-orang Anshar,"Berdirilah kalian untuk menghormati pemimpin kalian atau orang yang terbaik di antara kalian."(Muttafaq Alaih)
   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar